Posted in Just My Days

Leo – Part 1

Puluhan bunga, mawar, memandang bisu pada seorang mahasiswi yang sedang resah.

Bola matanya yang gelap memantulkan bayangan titik-titik hujan di luar jendela kamar. Mata yang siap mengalirkan sungai kecil. Mata yang penuh kesedihan dan kebimbangan.

. . .

| Musim dingin 2010 – Yogyakarta |

Ralat. Sepanjang tahun nggak akan pernah ada musim dingin di Indonesia.

Oke, let’s start over…

. . .

| Februari 2010 – Yogyakarta |

“Yut, adik kamu makin cantik aja,” celetuk Leo saat Nia, adik Yutha, mondar-mandir bak setrika di kediaman mereka.

Menoleh dengan setengah hati, Yutha menyaut sekenanya, “Ya iyalah, kakaknya aja cantik banget kayak gini. Udah keturunan, kali!” Perhatiannya kembali fokus ke tugas mata kuliah Sistem Akuntansi yang sedang dikerjakannya.

“Ayo sih, katanya mau garap tugas? Matanya belanja mulu gitu…” Yutha menjewer Leo yang bola matanya ikut-ikutan sibuk mondar-mandir, mengikuti langkah Nia.

“Eh, Nia udah punya pacar ato belom sih?

“Belom.”

“Tar Valentine aku titip coklat dong… Buat Nia.”

“Trus, untungnya buat aku?”

“Kukasih coklat juga. Mau yaaaa…” ujar Leo manja.

“Iye… Sekarang buruan kerjain tugas dulu. Gih!”

. . .

| Maret 2010 |

Nia menunduk malu. Pipi chubby-nya memerah.

“Gimana, Ya? Aku udah ngungkapin apa yang aku rasain. Sekarang aku pasrah ama jawaban kamu… Kalo emang aku nggak cukup baik untuk kamu, ya udahlah… Yang penting, aku pernah berusaha untuk memenangkan hati kamu.”

“Aku nggak tau, mas… Aku belum yakin. Kayaknya mama papa belum ngebolehin aku pacaran deh.”

“Nia… Kamu minta waktu 3 hari untuk njawab pertanyaanku. Sekarang udah lewat  hari. Masa aku harus nunggu lagi?”

Nia masih tak berkata-kata.

“Hatimu ngerasain apa? Kalo hatimu bilang bahwa kamu juga sayang aku, let’s do it. Ntar biar aku aja yang bilang ama papa, mama, dan Yutha. Nggak perlu khawatir…”

Malam itu udara dingin. Tapi Nia merasa sangat hangat. Hangat karena ada Leo di dekatnya. Hangat karena darah di seluruh tubuhnya terpompa deras. Ya, Nia menyukai Leo, lebih dari yang Leo tahu.

Gadis hitam manis ini bermain dengan jari-jari tangannya. Grogi. Rambut hitam panjangnya terurai menutupi sebagian wajahnya. Ia biarkan saja. Agar Leo tidak melihat semburat merah muda di wajahnya.

Saat mendapatkan ungkapan cinta dari Leo, sahabat kakaknya, Nia terkejut tak percaya.

Terkejut karena selama ini ia pikir Leo memiliki hubungan yang istimewa dengan Yutha.

Tak percaya karena, jujur saja, Leo adalah laki-laki pertama yang menyatakan suka.

Nia bukanlah tipikal gadis populer di sekolahnya. Ia lebih memilih untuk belajar daripada  pergi nongkrong dengan teman-teman sekolahnya. Ia lebih suka menghabiskan waktunya di perpustakaan daripada ke kantin saat jam istirahat.

Teman dekat Nia hanya 5 orang. Mereka selalu pergi bersama setiap hari Minggu. Siang. Tidak pernah lebih dari itu.
Pajamas party? Menunggu keajaiban.
Ke pantai bersama? Tidak pernah terjadi.

Nia tidak menaruh minat pada satupun anak laki-laki di sekolahnya. Pun di kelasnya. Jadi, Leo adalah hal baru.

OK, kembali ke Leo yang menunggu dan Nia yang tersipu.

Leo sudah kehabisan kata. Sekarang hanya ekspresinya yang bertanya. Menanti sekelumit reaksi dari Nia – sebuah anggukan atau gelengan, sebentuk “ya” atau “tidak”.

Nia, sadar bahwa Leo telah menunggu lama, akhirnya mengangguk samar.

“Artinya?” Leo bertanya, ragu dengan apa yang ditangkap oleh matanya. Ingin memastikan, apakah dia pantas melompat kegirangan, atau justru memendam kekecewaan atas penolakan.

“Jawabannya… Iya.”

“Please, bilang sekali lagi…”

“Iya, mas. Aku juga suka kamu…”

Ingin rasanya Leo berteriak, bersorak, dan memeluk Nia saat itu juga. Tapi tidak. Ia hanya tersenyum lebar dan bahagia. Akhirnya!

. . .

 

[to be continued]

Advertisements

Author:

I am a greedy person. I always want to get more, to be more, to gain more. Sometimes I feel like I can't get through my own mind. I couldn't even understand myself. That's why I create ExtraordinarNee. To see through me, and to be seen... :)

Write your comment down here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s