Posted in The Lessons

Resonansi

Hello gorgeous!

Dan selamat pagi…

Akan belajar Fisika-kah kita pagi ini? Ohoho, Anda salah sangka… Memang, istilah ‘resonansi’ merupakan istilah lazim dalam ilmu Fisika. Resonansi adalah proses bergetarnya suatu benda yang disebabkan oleh bergetarnya benda lain. Tentu saja, peristiwa “latah” ini menuntut syarat khusus, tidak bisa sembarangan terjadi. Kedua benda tersebut harus berada pada frekuensi yang sama.

Prinsip resonansi berlaku juga dalam kontak sosial. Ini opini saya…

Pada saat kita bertemu dengan orang-orang baru, tidak melulu kita merasa nyaman berinteraksi dengan orang tersebut. Ada yang kita anggap sangat menyenangkan, sehingga kita tidak keberatan untuk melanjutkan komunikasi atau interaksi dengannya. Ada yang – dengan berbagai alasan – menimbulkan rasa tidak nyaman selama proses kontak. Jangankan membuat janji untuk bertemu di lain kesempatan, membetahkan diri untuk berbincang selama 1 jam saja sudah memberikan tekanan batin.

Saya membuat analogi seperti ini. Kita akan merasa nyaman pada saat kita bertemu dengan orang yang berada pada frekuensi yang sama. Akibatnya, pada saat orang itu “bergetar”, kita ikut “bergetar”. Sebaliknya, orang-orang dengan frekuensi yang berbeda cenderung untuk berinteraksi dalam situasi yang canggung dan tidak menyenangkan.

Apa sajakah hal-hal yang didefinisikan sebagai “frekuensi” dalam konteks ini? Banyak!
Pola pikir, kemampuan intelektual, pencapaian akademis, status finansial, bidang pekerjaan, usia, hal-hal favorit, hobi, atau bahkan frekuensi (dalam arti sebenarnya) dari gelombang otak.

Sekilas info, ada 7 macam gelombang otak, dimana 5 gelombang ditemukan pada otak setiap orang, tanpa terkecuali dan 2 gelombang sisanya hanya muncul pada orang-orang tertentu.

Lima gelombang yang pasti berkeliaran di sekitar otak dan jaringan syaraf adalah gelombang Alpha, Beta, Theta, Delta, dan Gamma.
Gelombang Alpha muncul saat manusia melakukan aktivitas yang terkait dengan kreativitas, relaksasi, dan visualisasi.
Gelombang Beta muncul pada kondisi waspada dan konsentrasi.
Gelombang Theta dihasilkan saat seseorang melakukan aktivitas yang terkait dengan relaksasi mendalam, meditasi, dan peningkatan memori.
Gelombang Delta dihasilkan untuk penyembuhan dan tidur yang sangat nyenyak.
Gelombang Gamma terjadi ketika seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi (pertandingan, panik, deadline).

Dua gelombang lain, yaitu HyperGamma dan Lambda berhubungan dengan kemampuan supranatural, metafisika atau paranormal. Itulah mengapa, tidak semua orang memproduksi gelombang-gelombang tersebut dalam otaknya.

Saat seseorang melakukan sebuah aktivitas, seluruh gelombang akan teralir melalui jaringan saraf, dimana jenis gelombang yang paling banyak diproduksi oleh otak adalah gelombang yang terkait dengan aktivitas yang sedang dilakukan.

Jadi, begitulah… Mungkin kecocokan satu orang dengan yang lain juga dipengaruhi oleh aliran-aliran gelombang otak. Gelombang otak satu orang dapat menggetarkan gelombang otak pihak lain, asalkan berada pada frekuensi yang sama.

Assudallah… Posting ini hanya intermezzo. Untuk membantu saya agar tetap terjaga. Mengantuk di kantor itu payah…

Love,
^nee^

Advertisements

Author:

I am a greedy person. I always want to get more, to be more, to gain more. Sometimes I feel like I can't get through my own mind. I couldn't even understand myself. That's why I create ExtraordinarNee. To see through me, and to be seen... :)

6 thoughts on “Resonansi

Write your comment down here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s