Posted in The Stories

Bercumbu Dengan Sang Nikotin

Sepuluh Carbon, empat belas Hidrogen, dan dua Nitrogen melekat erat. Menjadi satu, membentuk buntalan serupa boneka beruang gagal produksi. Tanpa mata, berkaki tujuh… Boneka beruang hasil mutasi, mungkin. Tampak lebih ajaib lagi dengan kelakuannya menunggangi boneka jok kursi bersisi enam yang dipasang vertikal. Lucu…

Empat ribu triliun buntalan unik itu berputar, bergetar, menjelajahi dengan giat setiap inci tubuhku – di luar dan di dalam. Ah, betapa satu koma satu miligram darinya mampu membuatku lega… Nyaman dan aman dalam duniaku. Tenang dan damai.

Aku menyukai momen-momen seperti ini. Saat aku tidak perlu lagi menyediakan tempat bagi kegelisahan. Saat aku bisa sepenuhnya lupa bahwa sebelumnya aku berada dalam kecemasan yang sangat.

Kusulut lagi silinder mungil berisi empat ribu triliun kekasih. Kekasih yang menuntut kesetiaanku untuk merengkuhnya. Kekasih yang juga memberikan kesetiaannya untuk merangkulku di saat-saat tersulit. Bahkan dengan kesetiaan yang lebih dari yang pernah aku dapatkan dari manusia-manusia berlabel “pacar”. Kesetiaan yang semakin menguat, tidak pernah sekalipun berkurang, atau menghilang…

“Dia menyakiti kamu!” gugat beberapa kawan.

Ah, prek! Mereka tahu apa tentang betapa besar andilnya, membantuku mengendalikan liarnya otakku?

Aku butuh dia, kawan… Aku butuh lebih dari satu koma satu. Aku butuh lebih dari empat ribu triliun. Aku butuh dia untuk meredam suara-suara kegilaan, erangan panik, desahan tak jenak yang berkeliaran gemas dalam sel-sel kelabu di kepalaku. Tanpanya, aku adalah sang pesakitan…

“Kamu bisa kena kanker, lho…”

Diam! Dia tidak bersalah… Yang dia lakukan hanyalah menahan kemampuanku untuk mempertahankan diri dari sel kanker. Dia tidak akan pernah tega mengubah sel-sel sehatku menjadi sel kanker. Dia baik… Sangat baik… Dia membantuku melewati hari dengan kewarasan yang utuh.

Kepulan asap masih membubung di angkasaku. Kepulan asap yang menjadi air ketuban bagi kekasihku. Kepulan asap yang kupandang dengan takjub. Pesona sebentuk penari alam dengan lenggok yang selalu berbeda. Ajaib.

Dengan rakus aku mengecup batang putih yang terbakar. Menghabisi satu batang agar aku dapat mengecup sebatang lagi. Dan lagi… Untuk kembali menikmati kedatangan empat ribu triliun kekasihku…

Advertisements

Author:

I am a greedy person. I always want to get more, to be more, to gain more. Sometimes I feel like I can't get through my own mind. I couldn't even understand myself. That's why I create ExtraordinarNee. To see through me, and to be seen... :)

3 thoughts on “Bercumbu Dengan Sang Nikotin

Write your comment down here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s