Posted in Just My Days

Persaingan Itu Indah

Aku bukan siapa-siapa. Dulu…

Berkulit gelap – walau tidak segelap sekarang. Badan pendek. Dan bodoh. Oke, bukannya bodoh. Saat itu aku tidak punya pencapaian akademis yang membanggakan. Tidak pernah ranking. Masuk lima besar pun tidak pernah. Tragis…

Saat itu aku masih sangat belia.  Usia sekolah dasar. Dan saat itu, berhasil secara akademis atau tidak, bukanlah hal yang perlu dipikirkan secara serius. Not a big deal, lah… Meskipun demikian, prosesi pembacaan ranking di tengah upacara kenaikan kelas menjadi momen yang sedikit menyakitkan. Iri, mungkin…

Semua berubah sejak negara api menyerang! Haha… Bukan, bukan… Ini bukan ulah negara api. Yang berulah adalah guru matematika yang mengajarku saat akhirnya aku menginjak kelas 5 SD.
Beliau adalah orang yang sabar? Tidak.
Beliau adalah orang yang bersemangat. Berapi-api saat mengajar.
Beliau adalah guru yang galak. Sumpah, deh…
Ulahnya yang terdahsyat adalah menuliskan 1 soal sulit di papan tulis, kemudian memilih 1 siswa secara acak untuk mengerjakannya. Saat sedang baik hati, beliau menawarkan kepada seisi kelas, siapakah yang bersedia mau ke depan untuk menyelesaikan soal yang diberikan.

Ulah yang satu ini akhirnya mampu memancing harga diriku. Keinginan untuk menonjol di depan umum, rasa gengsi, rasa tidak ingin kalah dari orang lain, serta kebutuhan akan pengakuan publik, akhirnya membludak pada masa ini..

Jadilah: aku yang mengecap indahnya pengetahuan baru dan merekonstruksi pengetahuan lama. Hasilnya, aku tetap tidak masuk ranking! Hahaha… Tapi tidak apa-apa, prosesnya lebih menyenangkan. Akhirnya aku punya masa sekolah dasar yang “hidup”.

Efek dari kisah tadi ternyata baru terasa saat aku menginjak dunia SMP dan SMA. Aku selalu masuk ranking. Bukan berarti bahwa aku lebih pandai, jelas bukan… Ini hanyalah ukuran yang menunjukkan bahwa aku sudah mulai terpacu untuk bersaing.

Hal ini adalah perubahan pertama yang kulakukan dalam hidup. Buruk, jika dibiarkan merajalela menjadi kesombongan atau bahkan kecenderungan untuk ‘menjegal’ jalan orang lain yang menghalangi pencapaianku. Baik, jika diarahkan untuk memberikan motivasi kontinyu, yang diiringi dengan kemampuan untuk letting go saat hasil yang diinginkan tidak tercapai. Dan puji Tuhan, selama ini aku berdiam di pihak ‘Baik’.

Aku masih bukan siapa-siapa, bagi dunia… Namun, bagi beberapa orang, aku adalah sesuatu. Kompetitor, inspirasi, teladan, sasaran kedengkian, apapun itu…

 

Love,
^nee^

. . .

untuk Rini

Advertisements

Author:

I am a greedy person. I always want to get more, to be more, to gain more. Sometimes I feel like I can't get through my own mind. I couldn't even understand myself. That's why I create ExtraordinarNee. To see through me, and to be seen... :)

Write your comment down here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s