Posted in The Lessons

Cukup Dengan Eksistensi…

Menyayangi – bukan mencintai – seseorang dengan sungguh adalah saat dimana eksistensi dia adalah satu-satunya hal yang penting.

Dia mungkin punya keburukan di masa lalu.
Dia mungkin mempunyai luka lama yang tidak akan pernah bisa pulih.
Dia mungkin memiliki teman-teman yang sama busuknya, atau bahkan lebih busuk dari dia.
Dia mungkin memanfaatkan kamu, bukannya bersamamu atas dasar ketulusan perasaan.
Dia mungkin menjejalkan kebohongan-kebohongan, bukan hanya kepadamu.
Dia mungkin mencintai orang lain, bersamaan dengan saat dia mulai menyayangi kamu.
Dia mungkin memasang banyak topeng saat bersamamu, atau bersama orang lain, sehingga kamu tidak pernah benar-benar paham akan dirinya yang sesungguhnya.

Semua itu tidak ada artinya saat kamu menyayangi dengan sungguh. Selayaknya gambaran pemain latar dalam film: blur.

Keinginan-keinginan itu pasti masih setia menemani.
Keinginan untuk berdekatan…
Keinginan untuk berbalas kata…
Keinginan untuk memberikan pelukan terhangat dan tererat…
Keinginan untuk memberikan usapan di kepala…

Dia ada, dan kamu bahagia. Itu saja…

Advertisements

Author:

I am a greedy person. I always want to get more, to be more, to gain more. Sometimes I feel like I can't get through my own mind. I couldn't even understand myself. That's why I create ExtraordinarNee. To see through me, and to be seen... :)

Write your comment down here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s