Posted in The Lessons

Sistem Pernapasan Manusia

Baru siang ini aku membahas tentang sebuah mekanisme tubuh yang penting bersama seorang murid les. Sebuah mekanisme unik dan kompleks yang mempertahankan manusia dalam kondisi ternormalnya: HIDUP. Sebuah mekanisme yang berpusar pada sebentuk kata kerja: BERNAPAS…

Pernapasan adalah pertukaran shift antara Oksigen dan Karbondioksida.

Oksigen, sebagai agen pembakaran, menjadi penting eksistensinya. Ia bertanggungjawab untuk membakar semua zat makanan yang mampir ke dalam tubuh, yang berkelana dalam sebuah mekanisme lain: PENCERNAAN. Demi mengumpulkan berkarung-karung Oksigen, dilakukanlah inhale.

Karbondioksida, sebaliknya, merupakan ‘setan’ dalam tubuh. Dia jahat. Dan tak berguna. Oleh karenanya, tubuh berinisiatif untuk membuang ketidakbergunaan ini melalui exhale.

Secara sederhana, jalannya Oksigen memasuki tubuh adalah cukup singkat…

respiratoryBegini ceritanya…

Udara yang mengandung Oksigen masuk melalui rongga hidung, disaring oleh bulu-bulu halus dalam hidung, kemudian beralih menuju Trakea melalui Laring (Tenggorokan).

Laring memiliki sebuah katup di pangkalnya. Namanya Epiglotis. Tugasnya adalah untuk memblokir Laring saat ada makanan yang ingin lewat, sehingga makanan-makanan tidak masuk melalui Laring, melainkan Faring (Kerongkongan). Saat tubuh membaca bahwa ada Oksigen yang sedang berjalan masuk, maka Epiglotis bergerak cepat untuk menutupi Faring. Itulah mengapa, kita tidak pernah menarik atau menghela napas saat menelan makanan.

Apa yang terjadi saat Epiglotis khilaf? Atau saat tubuh tidak siap untuk memberi perintah pada Epiglotis? Yang terjadi adalah: TERSEDAK!

Bagian selanjutnya adaah Trakea. Trakea (batang tenggorok) merupakan tulang rawan yang berbentuk cincin-cincin.

Oksigen yang menjelajahi Trakea kemudian menemui sebuah persimpangan. Inilah Bronkus. Bronkus kiri adalah jalan menuju paru-paru kiri, sementara Bronkus kanan menuju paru-paru kanan.

Bronkus, selayaknya batang pohon (branch) memisahkan dirinya ke dalam percabangan-percabangan yang lebih kecil: Bronkiolus. Bronkiolus dengan jumlah banyak memiliki gelembung di ujung-ujungnya.

Dan bersualah kita dengan…Alveolus! Tadaaaa…!

BronkiolusCantik yah?

Di dalam alveolus, terdapat pembuluh-pembuluh kapiler.

Jalur biru berpanah menunjukkan Oksigen yang menyelundup masuk ke dalam Alveolus. Oksigen kemudian turun dari angkutan sebelumnya, dan oper angkutan menuju Pembuluh kapiler. Darah dalam pembuluh yang sudah ditumpangi Oksigen kemudian melakukan perjalanannya, sesuai dengan undang-undang Peredaran Darah… Dialah si empunya jalur merah berpanah dalam gambar.

Karbondioksida, yang tadinya juga menumpang dalam aliran darah, kemudian dikeluarkan melalui rute yang sama dengan Oksigen, hanya saja dalam arah yang berkebalikan…

Dan seterusnya… Dan seterusnya…

Anyway, proses ini hanya terjadi pada manusia. Pada hehewanan, tetumbuhan, alienan, dan lainnya, mekanismenya berbeda, bisa jadi…

Dan bisa jadi pula, aku punya kesempatan untuk menuliskan tentang bagaimana makhluk-makhluk lain itu menunaikan napasnya…

. . .

“Bukanlah kamu yang menjadi oksigen bagiku. Kebersamaan dan imaji akan adanya ‘kita’ dalam kerangka masa depan-lah yang menjadi oksigen dalam ‘ku menggelayutimu. Semoga karbondioksida yang akhirnya harus terbuang bukanlah bagian dari rasamu atau rasaku… Amin!”

Advertisements

Author:

I am a greedy person. I always want to get more, to be more, to gain more. Sometimes I feel like I can't get through my own mind. I couldn't even understand myself. That's why I create ExtraordinarNee. To see through me, and to be seen... :)

Write your comment down here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s