Posted in The Mortals

Leopoldus Libero Baon

Ibe.
Itulah nama panggilan untuknya, bukan dariku, tentu saja.
Ibe adalah seorang sulung dari 2 bersaudara. Selisih usia yang terlalu dahsyat dengan adiknya – sekitar 10 tahun – membuatnya sedikit lupa bahwa ia bukanlah anak tunggal. Dan jadilah ia: manja, keras kepala…

“Mas”
Kembali pada saat aku masih memanggilnya “mas”.
Ia adalah teman dekat kakakku (Mbak Tanti). Mereka adalah teman satu sekolah sejak SD hingga SMA. Aku mengenalnya sebatas nama. Hingga masa SMA mulai menjadi bagian dari hidupku.
Mas Ibe punya kelemahan dalam pelajaran akuntansi. Sementara kakakku cukup cemerlang dalam mata pelajaran yang satu ini. Mas Ibe memanfaatkan fakta ini untuk memperdalam kemampuan akuntansinya. Belajarlah ia pada kakakku, di rumah kami, di Jember.
Saat Mas berkunjung ke rumah, tak ayal ia menaruh perhatian pada seisi rumah. Hingga pada suatu hari, pesonaku menohok hatinya.. Hehe..
Kami tidak dekat… Hanya biasa saja. Ia sudah memiliki pacar saat itu. Dan aku saat itu sama sekali belum ada keinginan untuk memiliki seorang kekasih. Hingga suatu hari…
Saat itu kakakku tidak berada di rumah. Sekitar pukul tujuh, Mas datang, untuk sebuah situasi gawat darurat. Ia membutuhkan kakakku sebagai pendengar curahan hatinya. Intinya, saat itu, hubungan antara dia dan kekasihnya sedang berada di ujung tanduk. Sudah pada posisi mlipir. Berhubung kakakku sedang berhalangan hadir, akulah yang menjadi sasaran. Berceritalah dia padaku…
Daaan….yah… Satu cerita berkembang menjadi dua cerita… Dua cerita berubah menjadi tiga… Satu tatap muka menjadi berpuluh sapa. Sampai akhirnya, dia menyatakannya. Saat itu dia sudah single, tentu saja…
Suatu malam, seusai misa Jumat Agung di gereja, dia memintaku untuk menjadi kekasihnya. Dan jawaban atas permintaannya…harus menunggu hingga hari Minggu, sebelum komuni, pada sebuah misa yang lain. Resmilah kami menjadi sepasang tekukur…

“Yang”, “Ay”, “Hunny”, Papa”
Selama empat tahun bersama, sudah berkali-kali kami mengubah panggailan sayang. Jujur, saat ini aku lupa, julukan apa lagi yang pernah kami gunakan. Buruk dampaknya.. Saat ini, kami tidak pernah bisa mengucapkan nama masing-masing. Aku tidak pernah memanggilnya “Ibe” atau bahkan “Mas”, setelah kami putus. Aneh… Obrolan kami menjadi tanpa panggilan. Hanya “kamu”, “aku”, “eh”, “hey”, dan semacamnya, yang bisa kami lontarkan saat memanggil satu sama lain.

Itulah Ibe.  Seorang Scorpio yang dilahirkan pada 21 November 1983. Lelaki yang sensitif. Suka bicara. Suka berteman. Penuh perhatian. Romantis. Suka memberi. Percaya diri. Sedikit angkuh. Temperamental. Dan luar biasa keras kepala!

Love,
^nee^

Advertisements

Author:

I am a greedy person. I always want to get more, to be more, to gain more. Sometimes I feel like I can't get through my own mind. I couldn't even understand myself. That's why I create ExtraordinarNee. To see through me, and to be seen... :)

Write your comment down here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s