Posted in Just My Days

Sebelum Rendezvouz

Hei, kamu…
Sudah berapa lama kita tidak bertemu?
Oke, memang kita memiliki kesempatan untuk saling melihat, hampir tiap hari. Saling menemukan satu sama lain dalam sekelebat pandangan mata, atau lebih dari itu – seperti yang belakangan ini kulakukan.
Tapi… Dua atau tiga minggu kita mengisi ruang pemisah kita dengan diam. Diam yang bukan menjadi pilihanku, sebenarnya, namun tak ayal mewujud dengan sendirinya. Seolah-olah alam sudah menggariskannya demikian. Walaupun sel-sel otakku terus meneriakkan bahwa ini semua adalah adegan yang menjadi otoritasmu sebagai sang pencipta skenario.

Aku saat ini sedang berada sendiri. Bersiap untuk menemuimu.
Benakku terus-menerus mengkhawatirkan canggung yang mungkin hadir. Basi sebenarnya, karena dalam masa kedekatan kita sebelumnya pun, selalu ada canggung dan ragu. Bukan hanya dariku. Darimu pun juga…

Aku ingin beranjak sejak tadi. Merasakan kehadiranmu lagi dalam jangkauan yang lebih manusiawi, kurang dari 1 meter setidaknya. Bukan hanya perkara jarak fisik. Aku juga ingin merasakan kamu ada bersamaku dengan perhatian dan perasaan yang jauh lebih dekat dibanding beberapa minggu terakhir.

Ini hanyalah keinginan. Sudah waktunya bagiku menemuimu. Sepertinya…

Advertisements

Author:

I am a greedy person. I always want to get more, to be more, to gain more. Sometimes I feel like I can't get through my own mind. I couldn't even understand myself. That's why I create ExtraordinarNee. To see through me, and to be seen... :)

Write your comment down here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s