Posted in The Mortals

Agus Siapa Yak?

Hello gorgeous…

Hari ini adalah hari ketigaku di Jember. Ceritanya tadi lagi mbabu, nyuci baju 8 penghuni rumah dan nyetrika. Dan belom kelar! Tiba-tiba aja keinget ama salah satu mantan yang paling biadab… Agus namanya. Saking biadabnya, smpe-sampe aku nggak inget nama lengkapnya. Ahahaha…

Okay, let’s start…

Pertama kali ketemu dia di sebuah kafe gelap di Yogyakarta. Namanya juga anak muda, yak?
Kenalan tuker nama, tuker nomer hape, dan janjian buat ketemu lagi hari Rabu malem. Waktu itu hari Minggu atau Senin, aku lupa persisnya. Dia memperkenalkan diri sebagai Ricky dan ngasih sebentuk nomer im3 buat saling SMSan.

Siangnya, aku kecelakaan motor. Keseret 10 meter, gals! Celana jeans kesayangan robek nggak jelas sampe pas selangkangan. Ups! Mama-papa, karena kuatir, memutuskan untuk dateng ke Yogya dan mbawa aku pulang ke Jember, naik mobil.

Nggak ngerti saking kesengsemnya ama si Ricky atau gimana, aku ingeeet aja ama janji kami buat ketemuan. Jadilah aku ngabarin dia kalau aku nggak bisa ketemu dia hari Rabu, berkat kecelakaan tadi. BTW, kaki kananku nggak bisa buat napak karena punggung kaki kananku sobek dan dihiasi 22 jahitan.

Aku tinggal di Jember selama 1 bulan untuk memulihkan diri. Dan selama 1 bulan itu, kami SMSan, bahkan ujung-ujungnya semacam jadian, walau nggak ada omongan secara resmi. Begitu aku sampe di Yogya, Ricky yang njemput aku. So sweet…

Selanjutnya… Ya udah kayak orang pacaran beneran. Aku main beberapa kali ke kontrakannya, ketemu temen-temennya yang kocak. Dia juga nganterin aku kemana-mana, soalnya motor disita ama papa. Motornya nggak bisa aku bawa juga gara-gara bentuknya udah nggak karuan.

Hingga suatu ketika… Kami berdua berkunjung ke rumah budhenya di Temanggung. Baliknya sempet mampir warung es buah. Dan pas bayar, keliatan ada foto cewek di dompetnya. Bukan fotoku!!!

Otomatis, aku pinjem dompetnya. Dia nolak-nolak. Aku minta lagi. Dia nolak lagi. Sampe akhirnya aku yang menang! Muahahahaha…

Dompet sudah di tangan… Aku bongkar isinya. Ada foto cewek yang namanya Fitri. Katanya itu foto mantannya. Trus, kulihat-lihat lagi isi dompet yang lainnya. Ada KTP dia dong… Yang namanya tertulis “Agus blablabla”. DHYARRR!!! Kaget mampus dong… Ternyata selama ini pacarku bukanlah pacarkuuuu… #eh

Pulanglah kami ke Yogya… Diem-dieman. Aku sih yang diem… Hehehe…

Perlu kita ketahui bersama, aku emang gampang marah. Tapi pasti bakalan mereda sendiri. Nggak pake dendam. Yang udah terjadi, ya udah. Nggak perlu jadi gerundelan di masa depan. Kami tetep pacaran.

Udah 8 bulan kami jalan bareng. Hingga suatu malam…

Alkisah, aku dan seorang teman mau berkunjung ke kafe gelap. Trus mampir kontrakan si Agus buat numpang dandan. Hehehe… Di sana lagi sepi banget. Cuma ada 2 orang temennya Agus dan 2 cewek lagi nangkring di atas motor.

Karena udah sering kesana, kami berdua masuk aja, langsung numpang dandan sambil nungguin Agus. Si Agus aku telpon, katanya lagi nemenin sepupunya nyiapin penugasan OSPEK. Sepupunya emang baru aja terdaftar jadi mahasiswa baru di kampusku.

Pas pagi ke kamar depan, temennya Agus nanya ama mbak yang tadi ada di teras, “Kamu nggak pulang? Udah malem lho.” Dijawablah ama mbak tersebut, “Ora ah. Meh ngenteni Agus sek.” DHYARRR! (lagi). Satu-satunya makhluk bernama Agus di kontrakan itu adalah pacarku. So…….

Tiba-tiba, mbak itu nanya ama aku, “Kalo mbak, lagi nungguin siapa?”
Aku jawab aja, “Rahasia!”
Eh… Malah temennya Agus yang di situ ngakak mencurigakan. Aku makin was-was.
Aku pindah ke ruangan lain dan nelpon Agus. Minta dia pulang. Dan dia bilang bahwa dia nggak bisa pulang saat itu juga karena tugasnya belom kelar. Kasian sepupunya, katanya. Padahal waktu itu dah jam 11 lebih, gals.

Males lama-lama di sana, aku ama temenku memutuskan pergi ke kafe gelap. Walau pikiran nggak tenang. Nggak lama kemudian, Agus nelpon aku. Katanya ada yang mau diomongin dan minta kami ketemuan di kontrakan dia.

Ke sanalah aku…

Agus bilang, “Mah (dia panggil aku ” mamah”), kita nggak bisa jalan lagi.”
“Kenapa?”
“Itu (sambil kepalanya nunjuk ke cewek tadi, yang ada di ruangan lain).”
“Siapa?”
“Cewekku…”
“Berapa lama?”
“Lima tahun…”
DHYARRRRR!!!!

Aku nangis dooong… Gila aja! Pas kenalan, dia bilang kalo jomblo. Eh, ternyata… Ternyata aku jadi selingkuhan, gals! Sakitnya itu di sini… *sambil pegang ketiak*

Daaaan… Begitulah. Kami putus.

Tapiiii…

Besoknya dia nangis-nangis di depanku, bilang bahwa di lubuk hatinya terdalam, dia lebih milih aku. Dan dia dituntut ama Fitri (cewek itu) untuk ngasih kepastian dalam 3 minggu.

Beberapa hari kemudian, kami berdua ke Wonosobo. Dia mau ketemu ama Fitri untuk memberitahu tentang keputusannya, dia memilih aku.

Aku ditinggal di rumahnya, ditemenin ibunya. Dia pulang ke rumah senyum-senyum. Bilang kalau dia udah bilang ama Fitri kalau dia nggak milih Fitri.
Selanjutnya dia bilang, “Tapi papah nggak bilang Fitri kalau papah milih mamah. Biar nggak ribut.”
Jadi, pacaran kami semacam backstreet dari Fitri.
Nyesekkk…

Tapi, ya udah lah ya… Mau gimana lagi…

Perjalanan kami selanjutnya lebih sering diwarnai ama absennya dia di Yogya. Dia lebih sering di Wonosobo karena harus ngurus neneknya yang sakit. Katanya sih begitu…

Hingga di malam Natal tahun sekian (lupa, bok!), dia telpon aku. Mutusin aku. Alasannya adalah karena dia ngerasa nggak enak ama Fitri. Dan ada Fitri di situ waktu dia nelpon aku. Wow sekali yah?

Akhirnya aku muntab. Aku marah-marah dengan nada sinis ke mereka berdua. Dan akhirnya, resmilah kami berdua putus.

Sampe sekarang, gals, Fitri masih punya dendam ama aku. Mereka berdua udah nikah. Udah punya anak juga. Tapi nggak tahu kenapa, masih aja sirik ama aku. Hidupnya nggak bahagia kali yak?

Demikianlah kisah tentang Agus Blablabla. Lucu kalau diinget-inget. Pengalaman hidup yang ajaib.

Berharap aja, semoga dek Fitri baca postingan ini. Biar tahu yang salah siapa. Gitu deh…

Love,
^nee^

Advertisements

Author:

I am a greedy person. I always want to get more, to be more, to gain more. Sometimes I feel like I can't get through my own mind. I couldn't even understand myself. That's why I create ExtraordinarNee. To see through me, and to be seen... :)

Write your comment down here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s