Posted in Just My Days

Bensin Langka!

Hello gorgeous…

Yogyakarta lagi hectic, gals! Sebenernya bukan cuma Yogyakarta… kota lain juga lagi sama kacaunya. Pasalnya, stok BBM (Bahan Bakar Minyak, yaaa… bukan BlackBerry Messenger!) lagi terbatas. Pengguna kendaraan lagi lintang pukang ke seluruh pelosok Yogya demi berburu bahan bakar kendaraan. Ngenes? Memang…

Sekelumit pengalaman pribadi nih… Semalam, jarum di meteran bahan bakar motorku udah menyentuh tanda Empty. Otomatis, aku harus isi bensin… Berhubung kerjaan terakhir adalah ngelesin di daerah Gejayan, aku antri beli bensin di Pom Bensin Sagan. Antrian motor untuk Premium bentuknya udah mirip ama konser Slank: 8 sab sepeda motor berjajar demi bahan bakar. Di barisan Pertamax, ada 1 sab antrian kendaraan roda 4 dan 2 sab antrian sepeda motor. Karena udah pusing duluan menyaksikan antrian Premium, aku memutuskan untuk ikut antri Pertamax. Sekitar 1 jam lebih, akhirnya aku berhasil mengisi bahan bakar untuk sepeda motorku tersayang, langsung full tank!

Tadi pagi, aku dapat kabar dari beberapa teman dan dari media sosial. Banyak pom bensin yang kehabisan BBM, misalnya Pom Bensin Jalan HOS. Cokroaminoto dan Pom Bensin Jalan Taman Siswa. Di Jalan Wates, Jalan Kaliurang km 8,5, Kumetiran, Jalan Magelang km 4,5, Lempuyangan, Sagan, masih ada antrian panjang kendaraan bermotor. Wow!

Sebenarnya… kenapa sih kok bisa terjadi kelangkaan BBM? Salah satu portal berita online menyajikan berita ini nih…

________________

Pengurangan Subsidi Berlaku, Bensin Langka
Minggu, 24 Agustus 2014 | 22:07 WIB

PT Pertamina (Persero) mulai mengurangi pasokan BBM bersubsidi. Langkah tersebut dampak dari pengurangan kuota dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara – Perubahan (APBN-P) 2014, yang mengurangi kuota BBM bersubsidi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir, mengatakan, berdasarkan APBN-P 2014, kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta kiloliter menjadi 46 juta kiloliter. Sesuai dengan amanat UU Nomor 12 Tahun 2014 tentang APBN 2014, maka Pertamina harus melakukan pengaturan kuota perharinya untuk memastikan BBM bersubsidi cukup hingga akhir tahun 2014.

. . .

Ali menerangkan, APBN-P 2014 telah menggariskan kuota BBM bersubsidi tidak boleh melampaui kuota yang telah ditetapkan. Dengan kondisi tersebut, maka hanya ada dua pilihan. Pertama, menyalurkan BBM bersubsidi secara normal dengan konsekuensi kuota BBM bersubsidi habis sebelum akhir tahun, yakni pertengahan November untuk Solar dan pertengahan Desember untuk Premium, dan selanjutnya masyarakat harus membeli BBM nonsubsidi hingga akhir tahun. “Sementara pilihan lainnya adalah mengatur volume penyaluran setiap harinya, sehingga kuota BBM bersubsidi bisa cukup hingga akhir tahun,” ujar Ali seperti dikutip dari rilis, Minggu (24/8).

Secara teknis, lanjut Ali, Pertamina melakukan pengaturan BBM bersubsidi secara prorata sesuai alokasi volume BBM bersubsidi untuk masing-masing SPBU dan lembaga penyalur lainnya yang telah dilakukan terhitung sejak 18 Agustus 2014. “Untuk tetap menjamin ketersediaan BBM di masyarakat, Pertamina menyediakan BBM nonsubsidi yang meliputi Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Solar nonsubsidi,” kata dia.

Adapun, ujar Ali, terjadinya fenomena antrean dan disusul habisnya BBM bersubsidi pada sore hari di SPBU bukan merupakan kelangkaan BBM, tapi konsekuensi dari penyaluran BBM bersubsidi yang disesuaikan dengan kuota yang tersedia. Adapun stok BBM yang ada di Pertamina berada pada level di atas 18 hari kebutuhan nasional.

________________

Nah… itu deh salah satu berita yang aku baca. Ada beberapa orang yang membaca situasi ini sebagai dampak dari wacana pencabutan subsidi BBM oleh pemerintahan baru yang akan berakibat langsung pada naiknya harga BBM bersubsidi. Sebelum harga BBM naik, biasanya ada kecenderungan untuk menimbun BBM – entah untuk dijual kembali secara eceran atau untuk digunakan secara pribadi bagi usaha kecil atau keseharian. Apabila memang ada penimbunan yang ikut mempengaruhi terbatasnya BBM yang tersedia di Pom Bensin, maka langkah Pertamina saat ini sudah tepat, dengan melarang pembelian BBM menggunakan jerigen atau wadah lain. Asumsi ini membelokkan perhatian sebagai masyarakat pada Jokowi selaku Presiden Terpilih. Walau sebenarnya, pelaksanaan pembatasan kuota BBM sudah terjadi sebelum ada keputusan mengenai Presiden Terpilih 2014.

Masalah pencabutan subsidi BBM perlu dipandang sebagai sebuah langkah yang bagus demi memajukan negara. Menurut rencana, subsidi BBM akan dialihkan pada sektor lain yang lebih membutuhkan, salah satunya adalah usaha kecil. Selama ini, kondisi perekonomian Indonesia dikendalikan oleh para konglomerat dan pihak asing (investor, importir, dan sebagainya). Usaha kecil jarang mendapat kesempatan untuk berkembang karena keterbatasan finansial dan kesempatan. Dengan adanya subsidi bagi usaha kecil – yang tentunya harus diikuti dengan penyaluran subsidi yang “bersih” – diharapkan bahwa sektor-sektor kecil mulai berkembang, dan dampak jangka panjangnya adalah bahwa Indonesia mampu mengembangkan perekonomiannya secara mandiri, dari rakyat untuk rakyat.

Memang, dengan dicabutnya subsidi BBM, maka harga BBM akan melonjak, dan akan berujung pada konsekuensi naiknya harga barang-barang lain, termasuk kebutuhan pokok. Namun, apabila perekonomian Indonesia merambat naik, akan berakhir pada naiknya pendapatan per kapita. Setidaknya, mengurangi hutang negara dan membenahi sektor perekonomian untuk menghindari monopoli dan pemanfaatan aset negara oleh pihak asing. Semoga.

Salam,
^nee^

Advertisements

Author:

I am a greedy person. I always want to get more, to be more, to gain more. Sometimes I feel like I can't get through my own mind. I couldn't even understand myself. That's why I create ExtraordinarNee. To see through me, and to be seen... :)

Write your comment down here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s