Posted in The Stories

Baby-sitting

Hello gorgeous,

Selama 5 hari saya berkesempatan untuk bertemu dengan keluarga saya di Malang, Jember, dan Banyuwangi. Dan 2 hari di antaranya, saya menghabiskan waktu bersama keponakan saya, Florentius El Deeloy Calendra, di Malang – rumah kakek saya.

Tahun ini memang kakak saya tidak bisa mudik karena baru saja melahirkan anak keduanya, Alexandria Tierry Callia. Lexa baru berumur 3 bulan, masih usia rawan untuk dibawa perjalanan jauh dari Karawang ke  Jawa Timur. Itulah kenapa kakak saya memutuskan untuk ‘mengirimkan’ El sebagai perwakilan keluarga kecilnya.

image

Sejak pertama bertemu, El langsung nempel kemana-mana. Saya sedikit kewalahan karena saya memang jarang melibatkan diri dengan anak kecil. Sejauh ini saya hanya ‘berurusan’ dengan anak teman baik saya (Maureen, anak Ninuk). Well, saya juga belum berkeluarga.

image

El membuat saya sibuk dengan mengajak saya bermain, mengikuti saya ke Indomaret, menyeret saya ke KFC untuk beli mainan, meminta digendong di sepanjang jalan, dan menggeret saya saat kami berjalan kaki bergandengan.

Saat saya makan siang pun, El memilih untuk duduk di pangkuan saya. Saat saya berbaring, El mencoba berjalan di atas perut saya. Saat saya duduk lesehan dan bersandar ke tembok, El mencoba mencari celah antara punggung saya dan tembok, untuk kemudian menemukan pantat saya dan menggigitnya!

Saat itulah… saya memikirkan tentang memiliki anak, darah daging saya sendiri. Terlepas dari keengganan saya untuk segera menikah, saya membayangkan betapa meriahnya hidup saya dengan kehadiran seorang anak.

Mungkin…
Saya akan sangat lelah menemani anak saya berlarian kesana kemari. Namun saya yakin bahwa saya akan sangat merindukan kehadirannya saat kami berjauhan.

Saya akan merasa frustasi dengan pertanyaan-pertanyaan polos yang belum tentu bisa saya jawab. Namun saya yakin bahwa saya akan merasa bangga dengan buah dari keingintahuannya di masa mendatang.

Saya akan merasa kehilangan me-time yang berharga. Namun saya yakin bahwa saya akan merasa kehilangan masa-masa kebersamaan itu saat dia mulai sibuk dengan kehidupannya di masa remaja dan dewasa.

Saya akan merindukan tidur panjang yang hilang saat saya harus menghalau tangisnya di malam buta. Namun saya yakin bahwa saya akan lebih merindukan berada bersamanya walaupun saya harus kehilangan waktu tidur saya.

Dan sekarang saya tinggal menunggu waktu untuk menggendong bayi saya sendiri. Bayi saya dan suami saya kelak.

Kiss,
Nee

PS: Dalam beberapa postingan ke depan, mungkin kalian akan lebih sering melihat saya menulis dengan “saya”, bukan “gw” atau “aku”. Semoga isinya tetap menarik untuk dibaca. 🙂

Advertisements

Author:

I am a greedy person. I always want to get more, to be more, to gain more. Sometimes I feel like I can't get through my own mind. I couldn't even understand myself. That's why I create ExtraordinarNee. To see through me, and to be seen... :)

Write your comment down here...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s